Menyingkap tabir pemahaman dewasa ini yang
terlalu kaku, rigid dan terbentuk menjadi pola-pola tertentu misalkan
terjajahnya pemikiran manusia karena doktrin-doktrin awaupun pakem yang
seharusnya bisa dilakukan. Bicara pemahaman tentang bagaimana menjadi manusia,
mari kita tilik tujuan sebenarnya pendidikan itu seperti apa? Tujuan pendidikan
adalah memanusiakan manusia. Dari yang belum tau menjadi tau, dari yang belum
bisa menjadi bisa. Sederhana sekali jika kita menelanjangi hanya sebatas
tekstualnya saja. Karena pada dasarnya manusia dibekali dengan 3 jenis
kesadaran. Yaitu kesadaran dengan diri sendiri disebut dengan kesadaran naif.
Kesadaran dengan lingkungan sekitar disebut dengan kesdaran kritis, lalu
kesadaran tentang pemahaman semesta yang berkaitan dengan holistik atau
ketuhanan disebut kesdadaran magis. Tiga konsep dasar kesadaran yang sebagai
bentuk universal pola manusia dalam konteks kesadaran.Kamis, 23 April 2015
Persamaan (yang) tak Pernah Sama
Menyingkap tabir pemahaman dewasa ini yang
terlalu kaku, rigid dan terbentuk menjadi pola-pola tertentu misalkan
terjajahnya pemikiran manusia karena doktrin-doktrin awaupun pakem yang
seharusnya bisa dilakukan. Bicara pemahaman tentang bagaimana menjadi manusia,
mari kita tilik tujuan sebenarnya pendidikan itu seperti apa? Tujuan pendidikan
adalah memanusiakan manusia. Dari yang belum tau menjadi tau, dari yang belum
bisa menjadi bisa. Sederhana sekali jika kita menelanjangi hanya sebatas
tekstualnya saja. Karena pada dasarnya manusia dibekali dengan 3 jenis
kesadaran. Yaitu kesadaran dengan diri sendiri disebut dengan kesadaran naif.
Kesadaran dengan lingkungan sekitar disebut dengan kesdaran kritis, lalu
kesadaran tentang pemahaman semesta yang berkaitan dengan holistik atau
ketuhanan disebut kesdadaran magis. Tiga konsep dasar kesadaran yang sebagai
bentuk universal pola manusia dalam konteks kesadaran.Sebuah Drama dalam Imaji
Bicara tentang hidup, semua orang sedang melaluinya. Hanya saja pengalaman dan umur tentu menjadi pembeda dari warna yang diciptakan atau dilaluinya. Mungkin jika umur masih tergolong muda kisaran 15-25 tahun masih kalah pengalaman dengan yang berumur lebih di atasnya.
Tapi, jika melihat dari pengalaman, tentu yang dilihat bukan sekedar usia ataupun ketenaran semata. Skill ataupun kehalian menjadi bahan pertimbangan untuk mengecap orang tersebut pemgalaman di bidang tertentu yang sedang digelutinya. Kemudian, ada semacam track record . agak mirip dengan pengalaman. Tapi hal ini lebih mencondongkan kepada hasil ataupun prestasi yang pernah diraih.
Pemikiran di Era Sosial Media
Revolusi dunia sosial media, menjadi alat pemegang daulat opini, entah itu mainstream atau antimaintstream. Seperti layaknya pro-kontra, kontra – anti-kontra dan sebagainya. Mengambil dari ilmu muka wajah mata uang logam. Meskipun satu, tapi terdiri dari dua sisi. Dalam kehidupan nyata, sebut saja sisi jahat / buruk dan sisi baik / bagus. Kita perlu memutuskan mau menjadi apa tergantung dri kita sendiri yang memutuskan dengan kepengintan tertentu pastinya. Hal serupa semarak dan beberapa kali bisa kita lihat di saat ramainya pemilu raya kemarin. Ada pihak yang mati-matian melambungkan suatu nama / golongan, dan sebaliknya ada pula yang rela di bully membela pendapat yang mengarah ke suatu nama / golongan.Dampaknya, banyak akun-akun anonim yang dibuat untuk menggembar-gemborkan komoditas mainstream framming opinion. Banyak hal yang terjadi, mungkin bagi pengguna baru yang penasaran bagaimana dinamika yang ada di twitter akan segera menampakan kernyut di dahi dengan berbagai macam opini yang terus menerus dibangun secara terstruktur dan masif.
Membuat 'Rasa'
How to Make A Sense ?
The Paradox Law, mengajarkan kita sejatinya yang tak cocok / berbeda bahkan bertolak belakangpun bisa untuk saling beriringan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sama halnya dengan muatan listrik negatif dan positif. Jika dipadukan akan menghasilkan lompatan ion berupa tenaga listrik yang dihadilkan serta bermanfaat untuk semua orang. Hal ini sudah lama sebelum Thomas Alfa Edison membuat lampu pijar pertama kali dengan menggunakan kain kasa sebagai alat percobaannya dulu.
Behind The World Book Day ( Dibalik Hari Buku Sedunia )
Pena lebih tajam daripada pedang,
Platform Belajar Online : Persiapan PSTS Genap IPS Fase D
Latihan Soal IPS Fase D - PTS ...
-
Film ini dapat menjadi refferensi untuk para geograf muda yang semangat dan siap menjadi pemimpin yang visioner. ...
-
Dalam perjalanan kehidupan manusia, tanpa terkecuali memandang status dan jabatan pasti ada sesuatu yang harus disikapi. Pertanyaannya ad...
-
Bagi mahasiswa seukuran saya, berpikir kritis terhadap segala hal adalah hal yang wajar, terutama dengan dasar-dasar yang kuat, serta...
