Tampilkan postingan dengan label I'ts True. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I'ts True. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Can't find my passion yet.


Bagi mahasiswa seukuran saya, berpikir kritis terhadap segala hal adalah hal yang wajar, terutama dengan dasar-dasar yang kuat, serta  menanggapi isu-isu terkini baik itu keilmuan,pendidikan,politik, dan permasalahan kebangsaan yang lainnya.
Untuk saat ini, apa sih yang sebenarnya terjadi di atmosfer kampus kecilku? Banyak hal-hal yang masih belum aku mengerti selama kurang lebih hampir 2 tahun mengenyam ilmu di tempat ini. Dari segi birokrasi, permasalahn internal sampai eksternal yang kadang menjadi propaganda tersendiri menurut manuver setiap dinamika di dalam kampus.
Memposisikan diri sendiri itu jauh lebih penting,  untuk mengukur seberapa nyamannya diri kita menjalankan suatu amanah ataupun beban tanggung jawab yang sebenarnya dapat dilakukan melalui alat, yaitu organisasi.  Nyaman disini bukan berarti zona nyaman yang di judge oleh orang-orang untuk bergerak di tempat atau sama sekali tidak ada tantangan dalam hidup, tapi memilih mana yang sesuai dengan tujuan dan passion dari kita sendiri.
Krisis percaya diri, sering menjadi masalah pribadi yang sebenarnya tinggal memotivasi diri sendiri untuk segera bertindak dan melangkah. Dalam setiap kata pepatah yang bijakpun kadang masih ada keraguan untuk menyakini apakah itu benar-benar bisa dikatakan sebuah pepatah?
Kata-kata bijak bisa diungkapkan atau dikatakan karena pelaku tersebut pernah mengalami dan merasakan betapa terpuruknya kepercayaan diri. Kesimpulannya, pembangunan motivasi dalam diri sendiri itu adalah sebuah unsur utama untuk melihat jati diri.  Hal yang bisa merubah diri sendiri itu ya diri sendiri, jangan tunggu orang lain untuk memotivasi diri anda.
Tidak sadar memang tentang apa yang orang lain pandang, siapa diri kita ini? Terkadang kita sendiri tidak mampu melihat sisi lain dari kepribadian kita. Merekalah (orang-orang) yang mampu mendeskripsikan dengan baik tentang siapa diri kita sebenarnya. Timbul lagi pertanyaan, bagaimana jika pandangan mereka terhadap kita itu tidak baik? Perlu diingat bahwa orang yang menghina anda adalah kritik positive untuk membangun diri anda lebih kuat. Karena dari merekalah kita bisa mengaca diri kita dengan baik. Anggaplah lingkungan sekitar adalah cermin, maka kita akan secara otomatis menjaga nilai-nilai yang ada dalam lingkup pergaulan, dan interaksi sosial.
Jika terjadi semacam siklus dalam kehidupan pribadi diri kita, hendaklah mencari darimana itu semua berasal, apakah dari kebiasaan (behavior) diri yang kurang baik ataukah ada faktor lain?
Secara analisis, diri kita tempatkan saja ke dalam sebuah variabel yaitu X, kemudian tempat atau objek yang ditinggali adalah Y, maka faktor yang lain itu bisa disebut dengan Z.
Skema relativitas dalam kehidupan memang tidak bisa ditebak, semua bisa berubah tergantung dari faktor-faktor tersebut. Berawal dari faktor yang masih simpel itu, bisa kita asumsikan bahwa kehidupan masih ada kemungkinan manusia itu merubahnya. Sudah waktunya paradigma positivism yang di katakan oleh para ahli psikolog , bahwa manusia tidak lagi sejalan dengan paradigma nativisme atau ketergantungan dengan lingkungan sekitarm yaitu alam.
Coretan kecil ini adalah sebuah tanda dimana pikiran yang sedang merenungkan kilas balik tentang apa yang sudah didapat sebagaimana mestinya perkembangan dalam kepribadian individualistik dalam artian yang positif. Terkadang pandangan tersebut disalah artikan dan di salahkan pula dengan egoisme. Seberapa jahatkah egoisme dalam diri manusia itu?
Egoisme menurut saya adalah sebuah passion yang baik ketika dengan tujuan yang baik pula, namun pandangan cara ini dikadang melunturkan asas manusia adalah makhluk sosial. Nah, terus ada apa dengan deklarasi hak asasi manusia?
Selagi kita tidak mengganggu hak-hak orang lain, bukankah tidak melanggar asas HAM tersebut yang sampai sekarang di gembar-gemborkan sebagai bentuk demokratisasi tatanan kehidupan masyarakat?
Passion terkadang juga dikalahkan oleh keinginan pribadi orang tertentu yang dengan mudahnya mengatakan pandangan sosialisme. Apa tidak ada privatisasi? Lunturnya etos dalam diri, menurut saya juga tidak bisa dipisahkan dari peranan kehadiran orang-orang di sekitar kita yang seakan ingin terus dibantu. Lalu, apakah dengan kebiasaan mereka bertanya dan tidak menghargai kehidupan orang lain itu disebut perkembangan? Secara kasar dapat dikatakan, kamu harus seperti ini, seperti itu, bla.bla.bla dan lain lain.

Rabu, 20 Juni 2012

Sudah Sampai Mana Kita Beradu?

Saya sedih ketika Mahasiswa minim akan kesadaran, maka dari itu dengan sedikit ilmu pengetikan dan inspirasi pas –pasan, mencoba menuangkannya ke dalam sebuah tulisan yang sebenarnya jauh dari kesempurnaan. 

Lihat saja pas agenda kosma bergulir, hanya beberapa saja yang mau merumuskan dan memberikan kontribusi pemikiran yang kritis - solutif bagi kepentingan bersama.
Sebenarnya acara tersebut bukanlah acara untuk para anak-anak lembaga saja, itu mencangkup keseluruhan Student Government dan Mahasiswa cair (biasa) sebagai kaum mayoritas Universitas.

Memang diakui, ada beberapa klasifikasi / pengelompokan type mahasiswa yang lumrah, setiap kehidupan kampus pasti ada!. Ada yang beranggapan kuliah itu ya Sinau Akademik yang pinter, disanjung dosen, dapet nilai bagus, berangkat kuliah tepat waktu, tapi tiap harinya ngamar terus.

Ada juga yang acuh tak acuh. Dan menganggap itu semua berada sudah di zona kenyamanan, shingga timbulah sikap status quo atau keajegan karena ya menurut mereka itu sudah berjalan dengan semestinya . Berbarengan dengan berkembangnya zaman, teknologi dan kehidupan di dunia menawarkan sebuah langkah praktis untuk membantu melakukan tugas sehari –hari manusia. Inilah yang sebenarnya baik, tetapi belum sepenuhnya bagus.

Ada juga yang lain, lebih mementingkan bagaimana antara kuliah dan organisasi itu lebih penting organisasi.

Ya.. seperti kita ketahui, memang betul ketika kita menjadi mahasiswa yang berlabel "agen of change" adalah alat perubahan bagi bangsa dan Negara
Untuk itu, dapat dikatakan penjelasan dan klasifikasi suatu kewajiban itu antara lain :
  1. Kewajiban dengan orang tua ,yaitu belajar dengan sungguh – sungguh dengan mengikuti perkuliahan sehingga mendapatkan nilai yang baik. Memang hal ini adalah hak setiap insan mahasiswa untuk memilih jalur alur hidupnya.
  2. Kewajiban dengan organisasi. Merupakan kewajiban yang sudah diamanahkan ketika ia menjadi pengurus ataupun simpatisan yang ingin memberikan perubahan dan manfaat bagi dirinya serta masyarakat yang lebih luas.
Dalam artian bahwa ia yang sudah ingin beraktualisasi melalui organisasi dia yang merasa butuh untuk pengembangan diri yang nantinya juga akan terjun ke masyarakat secara real.
Berbicara ada manfaatnya atau tidak, jelas sekali jawabannya ada!

Dengan kita berkecimpung dalam organisasi baik intra ataupun ekstra kampus yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri,tentulah kita juga harus tahu apa sih yang sebenarnya melatar belakangi organisasi tersebut terbentuk?

Setidaknya dengan mengetahui tujuan dari organisasi tersebut, kita akan memperoleh gambaran jika sudah masuk ke dalam ikatan sistematik yang memberikan kita kesempatan untuk berusaha di setiap langkah, rasa kepemilikan yang erat antara satu dengan anggota yang lainnya.

Membahas tentang organisasi atau kelompok, dalam ilmu sosiologipun sudah ada yang namanya penyikapan terhadap kondisi kelompok in-group – out group.

Pada posisi Group A misalnya, dapat dikatakan kita masuk ke dalam kelompok tersebut, dan itu disebut Kelompok in-group. Ketika kelompok si A ( in group ) menjumpai adanya rivalitas / persaingan dari kelompok Out-group (Group B), sikap yang diberikan adalah labelisasi dan stigmatisasi. Kedewasaan memang dapat berkembang ketika disuguhkan dengan adanya penggambaran yang demikian. 

Tak jarang juga dengan adanya keadaan yang seperti ini sering terjadi kesalah pahaman. Padahal, sejatinya semua organisasi itu bagus selagi berlomba – lomba dalam kebaikan. Hanya saja jika terlalu tekstual dalam menanggapi sesuatu, spekulatif, kurangnya bimbingan dan pendalaman, maka yang terjadi adalah sikap fanatis yang justru itu adalah penyakit bagi dirinya serta organisasinya. Yang sebagaimana dimaksud adalah satu sama lain adalah berkembang secara berdampingan dan harmonis.

Pengontrolan Konflik atau manajemen konflik harus peka terhadap sesuatu yang berlawanan, padahal tidak semua konflik itu merusak ( destruktif ), konflik juga dapat bersifat konstruktif ketika terjadi kesadaran dan toleransi yang membangun kebersamaan walaupun berbeda.

Minggu, 29 April 2012

Haru Biru Semangat Beradu UTS Semester Genap

Cara Belajar yang mengasyikan ( versi saya ) :P

File Power point atau catatan diketik kembali dalam bentuk word.
alasannya :
- Ngetik sudah termasuk kedalam membaca cepat, dan memahami lebih cepat.
- Jika punya blog atau semacamnya, bisa dikasih pernak pernik seperti gambar untuk menarik minat baca Bloggers atau visitor.
- Setelah sudah diposting di Blog, secara tidak langsung kita sudah menyumbang ilmu ke para pembaca. Ingat kan? salah satu amalan yang tiada habisnya walaupun kita sudah tidak di dunia, salah satunya adlah ilmu yang bermanfaat :D.
- Jika terkoneksi ke internet, kita bisa mencari hakikat, definisi atau refferensi di berbagai sumber dan nantinya bisa kita padukan menjadi satu materi yang berkesinambungan. tentunya akan menambah wacana dan wawasan kita dalam hal penguasaan materi..

Kamis, 09 Februari 2012

Jomblo Vs Single

Apasih itu jomblo? jomblo adalah keadaan atau status seseorang yang sedang tidak mempunyai pasangan hidup, atau juga bisa dikatakan pacar.
Seberapa GALAU-kah diri kita , sehingga menganggap bahwa hidup didunia takkan indah tanpa adanya pacar, yang selalu menemani dikala susah maupun sedih, kekasih yang bisa menjadi tempat curhatan, saling berbagi, bla..bla..bla...

Kebanyakan para penggiat cinta di Indonesia, merefleksikan kegalauannya dengan berbagai cara. antara lain ke status FB, nulis di lemari kamar, dan media lainnya. hahaha

Sekarang ini begitu banyak Filosof - filosof gadungan yang mendifinisikan sakwudele dewe'  tentang apa itu arti JOMBLO dan SINGLE.
 
Perlu diluruskan bahwa perbedaan yang sangat mendasar antara single dan jomblo, Single berarti berprinsip karena memegang sesuatu ambisi dan hanya orang tersebut yang paham akan visinya. rela mengurungkan diri untuk tidak terlebih dahulu memikirkan pasangan karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan seiring dengan dinamika kehidupan.

Jomblo adalah sebutan bagi para bujang  - bujangwati yang masih merasa ingin mencintai seseorang dan berharap untuk mendapatkannya ( padahal belum ). Predikat ini biasanya dicantumkan kepada mereka para remaja.

TO BE CONTUNIED > > > >