Senin, 19 Mei 2014

Antara Latah dan Uptodate


Bn_R_50IAAAAA4Q
Grafik menunjukan Indonesia berada diperingkat ke 4 jumlah remaja yang menggunakan media sosial twitter.

Mainstream informasi dijaman ini semakin berkembang dengan banyaknya media yang bermunculan.

Jenis demografi Indonesia termasuk muda karena sebagian besar penduduknya adalah mereka yang berusia remaja hingga produktif. Kebutuhan informasi seringkali disalah artikan sebagai pengetahuan. Information is not a knowledge – Albert Einstein.

Fenomenologi yang terjadi di media sosial contohnya. Informasi yang terus menjejali time line dengan gosip, politik, hingga marketing ada disana. Hal ini menunjukan bentuk dinamika lebih mengarah ke trend yang sedang dibahas.

“latah” dalam KBBI disebutkan orang yang menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; berlaku spt orang gila (misal karena kematian orang yang dikasihi); meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain.

Munculnya social media tak luput dari kebiasaan baru remaja masa kini yang sedang giat-giatnya mengeksplor perkembangan dunia luar melalui mainstream informasi selain televisi.

Sedangkan “uptodate” bisa dikatakan terkini. Hal ini juga berpengaruh terhadap anggapan bahwa zaman tergantung dari perkembangnya trend. Dan Istilah trendi mengikuti sesuatu yang sedang inn / hangat diperbicangkan.

Pengaruh bagi pencandu media online bisa menjadi 2 kemungkinan. Pengetahuan luas mengetahui apa yang sedang terjadi dan lebih peka terhadap isu sesuai dengan topik kesukaan. Atau menikmati keadaan dengan hanya mengamati apa yang terjadi.

Berpikir out of the box  harus menjadi pemecah dari kebisingan hiruk pikuk permasalahan kehidupan yang terportalkan via lini masa. Menjawab keraguan dengan tindakan yang matang serta memberikan inspirasi awal dari penyambutan era baru melawan arus (antimainstream).

Realita, masyarakat sudah jenuh dengan wacana yang meniru. ke-apatisan merajalela ketika banyak hal yang di blow-up dan tidak sesuai harapan. Maka dari itu, penerimaan informasi uptodate perlu disaring terlebih dahulu apakah itu pas untuk diterapkan atau tidak.

Padahal bangsa ini sudah lama dikenal memiliki local genius yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sedikit Pemahaman Kontekstual

IMG00253-20121209-1442
 
"Musuh yang paling besar adalah diri kita sendiri". Hal tersbut juga secara kontekstual sudah termaktub di kitab suci Al-Qur'an yang berupa Qalamullah. "Aku (Allah) tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tak merubahnya sendiri”.
 
Jika kita tidak memulainya dahulu, tak akan pernah terjadi apa-apa. Jika mengurungkan niat baik dan menundanya, maka penyesalan dalam hati jadi semacam hal yang menghantui. Kadang kita bisa galau karena merasa ada sesuatu hal yang harus dilakukan, lalu timbul pertanyaan. “Bagaimana caranya”.
 
Pertanyaan yang ada dalam diri kita sebenarnya bisa terjawab sendiri dengan apa yang kita lakukan. Ikuti kata hati kecil dan yakin, percaya diri. Selagi niat baik, pasti ada jalan.
 
Dalam tahap menjawab pertanyaan yang timbul inilah pembelajaran cara pandang terhadap realita sedang berlangsung.
 
Jawaban tentang pemahaman secara kontekstual sering diartikan sebagai salah satu perspektif cara berpikir seseorang. Sangat dekat kaitannya dengan persepsi namun berbeda dengan paradigma.
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman kontekstual bisa kita katakan sebagai berikut :
1. Tingkat Pendidikan
2. Pengalaman Hidup
3. Lingkungan Sosial
 
Tingkat pendidikan berlaku kepada orang yang pernah mengenyam pendidikan secara formal. Artinya dari SD sampai jenjang berikutnya. Pengalaman adalah guru terbaiik bagi kehidupan, mungkin inilah alasan mengapa masa lalu bersifat positif turut membangun cara pandang seseorang dalam menyikapi suatu hal. OKe selanjutnya kita tilik dari sisi realita. Jika kamu ingin mengetahui siapa orang tersebut dan bagaimana attitude-nya, tanyakan kepada sahabat / teman terdekat dimana ia tinggal. Bisa dikatakan cara pandang seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
 
Meskipun penilaian secara kontekstual dan cara pandang orang bukanlah hal yang bersifat absolut, justru inilah letak keunikan manusia. Bisa saja kita salah menilai orang dari luarnya saja. Bisa pula sebaliknya.
 
Selamat Belajar kawan Smile.
 

Platform Belajar Online : Persiapan PSTS Genap IPS Fase D

Latihan Soal IPS Fase D - PTS ...